Reggie Fils-Aimé, mantan presiden Nintendo of America, baru-baru ini membagikan kisah menarik tentang hubungan yang tegang antara Nintendo dan Amazon. Dalam sebuah kuliah di Universitas New York, Fils-Aimé mengingat kembali percakapan telepon yang membuat Nintendo berhenti bekerja sama dengan Amazon pada era Nintendo DS.
Fils-Aimé menuturkan bahwa perbincangan tersebut berlangsung pada akhir generasi Wii dan DS, sekitar akhir 2000-an hingga awal 2010-an. Saat itu, dia terlibat langsung dalam peningkatan penjualan Nintendo, tetapi Amazon juga mulai memasuki pasar video game dengan ambisi untuk menawarkan harga terendah di pasaran.
Menurut Fils-Aimé, Amazon menginginkan dukungan finansial yang sangat besar agar mereka bisa memberikan harga terendah dan mengalahkan Walmart. Dia menegaskan, “Saya mengatakan kepada eksekutif Amazon, ‘Itu ilegal. Saya tidak bisa melakukan itu.'” Percakapan tersebut berujung pada keputusan Nintendo untuk menghentikan penjualan produknya kepada Amazon. Fils-Aimé menegaskan bahwa ia tidak akan melakukan tindakan ilegal yang bisa merusak reputasi perusahaan.
Hubungan aneh antara Nintendo dan Amazon tidak berhenti di situ. Pada tahun lalu, beredar rumor bahwa kedua perusahaan berselisih terkait penjual pihak ketiga, yang mengakibatkan penarikan produk menjelang peluncuran Nintendo Switch 2. Meskipun Nintendo membantah klaim tersebut, Amazon menyatakan bahwa mereka tetap senang menawarkan produk Nintendo secara langsung kepada pelanggan.
Setelah sekitar satu tahun tanpa judul-judul game dari Nintendo yang tersedia di Amazon, akhirnya pada Juni 2025, game Nintendo kembali hadir di platform tersebut. Namun, alasan di balik ketegangan hubungan mereka masih menjadi misteri. Fils-Aimé mengakui bahwa selama masa kepresidenannya, ia tidak akan mengambil langkah yang dapat merugikan hubungan mereka dengan pengecer lain.
Dia menambahkan, “Ini adalah cara kami berbisnis. Kami tidak akan mudah didikte.” Dia juga menggarisbawahi bahwa Amazon berada di meja perundingan ketika peluncuran Switch pertama kali terjadi pada tahun 2017, dan keberhasilan tersebut dicapai melalui pendekatan yang saling menguntungkan.
Dengan informasi ini, kita bisa memahami lebih dalam bagaimana perusahaan-perusahaan besar dalam industri game beroperasi dan menjalin hubungan satu sama lain. Bagi penggemar Nintendo di Indonesia, cerita ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjaga reputasi dan hubungan bisnis di tengah persaingan yang ketat.